Khalwatiah Samman masuk ke Sulawesi Selatan di bawah oleh Abdullah Munir pada tahun 1240 H (1825 M). Ia bangsawan bugis dari Bone (cucu Raja Bone La Temmasonge, berkuasa 1775-1812). Tarekat itu diterima di Sumbawa (NTB) kemudian dikembangka oleh anaknya sendiri, Muhammad Fudail (w 1859).
Tarekat Sammaniyah berkembang pesat di wilayah Afrika bagian utara. Foto ilustrasi: Tarekat memegang peranan penting dalam masyarakat Sudan (ilustrasi). REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di samping Naqsyabandiah, Syattariyah, Qadiriyah, dan Syadziliyah, umat Islam juga mengenal adanya Tarekat Sammaniyah.
ELQbpo5.
silsilah tarekat khalwatiyah samman